SELAMAT DATANG SAUDARA !!!! Jangan lupa ngisi absen/buku tamu dan tukar link ya :)

7.31.2016

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 5): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Protes salah satu peserta tender, Huaneng Power International (HPI) kepada Panitia tender PLTU Jawa-7 


Surat Protes Huaneng Power International (HPI) kepada PT PLN

Akibat ketidaktransparanan dan kejanggalan proses tender PLTU Jawa-7 di sana-sini, rupanya membuat gerah perusahaan peserta tender, Huaneng Power International (HPI). HPI tergabung dalam konsorsium bersama perusahaan China National Technical Import & Export Corporation dan Wijaya Karya (WIKA).

Konsorsium ini menjadi peringkat kelima dari 6 peserta tender Jawa-7 2x1000 MW yang mengikuti

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 4): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Cacat Prosedur PLN III: Penurunan syarat pengalaman pengerjaan proyek dari yang berkapasitas 600 MW ke 500 MW, yang menguntungkan Shenhua hingga menang. Tawaran kapasitas listrik Shenhua pun tidak sampai 2 x 1000 MW. 


Tahun lalu, perusahaan asal China, Shenhua Energy berhasil memenangkan tender PLTU Jawa-7 berkapasitas 2x1000 Megawatt (MW) yang berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Rencana, pembangkit akan berdiri di atas lahan seluas 172 hektar dan akan memasok listrik ke kawasan jawa barat, Banten dan Jakarta.

Para peserta tender saling berebut potongan "kue" mega proyek 35 GW. Peserta proyek “lezat” ini saling beradu bekingan. Cuma Shenhua rupanya lebih kuat pegangannya. Berikut gambaran proposal para peserta dan perbandingan Harga Perkiraan Sementara (HPS) yang ditetapkan PT PLN, sampai pada rincian komponen proyek.

BACA: (Kasus Tender PLTU Jawa-7 Edisi 1)

Hanya saja, proyek US$ 3,1 miliar atau setara Rp.40,3 triliun itu penuh dengan kecacatan. Sebelumnya, saya sudah menulis artikel tentang cacat prosedur I proses tender PLTU Jawa-7 2x1000 MW Serang-Banten, dimana China Shenhua Energy Company Limited tidak melampirkan harga EPC (Enginnering Procurement Construction). Tetapi, perusahaan ini tetap memenangkan proyek Rp. 30 Triliun PT PLN tersebut.

BACA: Cacat Prosedur PLN I: China Shenhua Energy Company Limited tidak melampirkan harga EPC 

Kejanggalan yang fatal lainnya adalah tidak adanya transparansi harga penawaran kepada para peserta. PLN aja tidak transparan pada peserta, apalagi pada masyarakat. Bahkam, kolom-kolom penawaran harga yang bersifat substansi pada proposal harga, malah ditulis tangan.

BACA: Cacat Prosedur PLN II: Setiap kolom harga di proposal China Shenhua Energy Company Limited ditulis tangan dan nilai PJB equity IRR tidak valid. 

Proses tender PLTU Jawa-7 memang sarat banyak kecacatan. Kejanggalan lainnya adalah adanya perubahan adendum dengan merevisi syarat peserta. Anehnya, hal itu terjadi setelah adanya pertemuan panitia tender dengan para peserta pada tanggal 8-10 Juli 2015.

Adapun syarat yang berubah adalah para peserta harus memiliki pengalaman membangun, mengoperasikan dan memelihara PLTU dari kapasitas 600 MW menjadi 500 MW. Nyatanya, menurut informan yang mengetahui proses tender tersebut, Shenhua hanya pernah mengerjakan proyek 500 MW. “Karena itu, syarat diturunkan oleh panitia. Padahal sejak pra-tender, Shenhua sudah gagal,” kata informan tersebut.

Perubahan syarat di tengah proses tender Jawa 7 2x1000 MW

Padahal seharusnya,

7.09.2016

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 3): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Cacat Prosedur PLN II: 
Setiap kolom harga di proposal China Shenhua Energy Company Limited ditulis tangan dan nilai PJB equity IRR tidak valid. 


Sebelumnya, saya sudah menulis artikel tentang cacat prosedur I proses tender PLTU Jawa-7 2x1000 MW Serang-Banten, dimana China Shenhua Energy Company Limited tidak melampirkan harga EPC. Tetapi, perusahaan ini tetap memenangkan proyek Rp. 30 Triliun PT PLN tersebut.

Sebelumnya lagi, saya sudah menjabarkan tentang gambaran para peserta tender dan "kue" yang direbutkan di proyek PLTU Jawa-7. Mulai dari perbandingan Harga Perkiraan Sementara (HPS) yang ditetapkan PT PLN, sampai pada harga beli dari pihak Shenhua. (disini ulasannya)

Cacat tender Jawa-7 selanjutnya adalah pada proposal sampul 2 (envelope 2). Kolom-kolom yang bersifat substansi pada proposal harga telah ditulis tangan. Adapun kolom-kolom tersebut adalah kolom Komponen A (nilai CCR), Komponen B (nilai FOMR), Komponen D (nilai VOMR) dan terakhir nilai PJB equity IRR.

Komponen A yaitu CCR (capital cost recovery), merupakan penawaran harga pemulihan dari investor kepada PLN. Komponen inilah yang nantinya menjadi acuan untuk menentukan murah tidaknya harga penjualan lsitrik kepada PLN.

Pada dokumen price proposal, Shenhua memberi penawaran harga sebagai berikut:

Tahun 1 – 5: 180,75 USD/Kw/tahun
Tahun 6 – 13: 126,52 USD/Kw/tahun
Tahun 14 – 25: 108,45 USD/Kw/tahun

Gambar proposal harga Shenhua pada komponen CCR telah ditulis tangan. Sedangkan peserta lainnya, diketikkomputer. (NB: Konsorsium Lestari mewakili peserta lain: proposal harga ketik komputer)

Komponen A adalah pembayaran atas kapasitas secara

7.05.2016

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 2): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Cacat Prosedur PLN I: China Shenhua Energy Company Limited tidak melampirkan harga EPC 

Sebelumnya saya sudah menulis tentang gambaran proses tender Jawa-7 yang merupakan bagian dari mega proyek 35 GigaWatt. (Persekongkolan Demi Harga Murah Edisi 1) Dalam tulisan tersebut saya sudah mengulas dan menjabarkan harga penawaran masing-masing peserta tender. Selain itu ada analisis mengenai tanggapan Dirut PLN, Sofyan Basir yang mengada-ada. Sekarang, saya mau menjabarkan cacat prosedur tender Jawa-7. Tapi satu-satu yah.....

***

Alih-alih memperoleh harga murah, proses tender jawa-7 dinilai cacat. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga telah terjadi persekongkolan antara pemenang dan panitia tender sejak 4 bulan lalu. Sampai saat ini, KPPU telah memanggil pihak HSBC (Hongkong and Shanghai Banking Corporation) sebagai konsultan finansial, PLN baik pihak manajemen dan panita tender serta semua peserta konsorsium termasuk Shenhua. “Tapi kita sempat kesulitan (meminta keterangan) karena ada perusahaan yang berkantor di China,” ujar seorang sumber di KPPU. 

Menurut salah satu komisioner KPPU, Muhammad Nawir Messi, Shenhua dilaporkan oleh salah satu perusahaan peserta tender karena melakukan tindakan assesment kasar dalam tender yang diduga berbentuk persekongkolan dengan pihak panitia, untuk memenangkan tender. KPPU pun telah menemukan beberapa kecacatan dalam tender. “Ada komponen dalam proposal yang tidak disertakan. Padahal komponen itu merugikan inti dari uji finansial model yang diusulkan,” kata Messi. 

Gambar EPC China Shenhua Energy tidak ada

Menurut salah satu investigator

7.03.2016

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 1): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Kasus Tender PLTU Jawa-7 (Edisi 1)

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir boleh berbangga mendapat harga termurah dari pemenang tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa-7, China Shenhua Energy Company Limited. Harga yang ditawarkan perusahaan asal negeri Tiongkok itu sebesar 4,259 sen/kwh (0,042 $/kwh) atau setara dengan Rp. 552/kwh.

Ilustrasi PLTU Jawa-7 Banten
Sumber: http://pribuminews.com/

Sementara PLN menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sekitar