SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

4.23.2011

Diskusi PDSPK I



23 April 2011
15:21
    Efrial Ruly

  1. Materi
  2. Materi PDSPK terdahulu masih konvensional dan klasik
  3. Fasilitator
  4. Berkomunikasi dengan dengan utusasn ToT di bengkulu
  5. Peserta
  6. Sarana/prasarana

  7. Gambaran
  8. Kader yang tidak siap dalam transferisasi
  9. Kader yang tidak siap dalam aktualisasi diri

  10. Permasalahan
  11. Dalam proses rekruitmen (penanaman ideologi)
  12. Masih sekedar prasyarat dan formalitas
  13. Faktor eksternal yang menjadi perlawanan
  14. Perebutan orang - orang menjadi anggota
    Kegiatan harus menjual dan dikemas menarik
  15. Sulit dalam distribusi kader
  16. Staknasi dan statis
    Harus dimaksimalkan

  17. Kedekatan (proximity) sesuai dengan kebutuhan dan potensi.
  18. Kebutuhan lahir dari permasalahan

  19. Posisi/peranan kaderisasi yang sesuai pasca perekrutan, melalui kebijakan program yang dibuat oleh pengurus.
  20. Sering terjadi miss observation kepada anggota yang sudah di Maper
    Harus ada program dari sekfung lain yang mengikta kader

    Komposisi dari tahap-tahap dalam kaderisasi :
  21. Masa perekrutan : penanaman ideologi
  22. Masa pendampingan : sifat privat (non organisasional)
  23. Masa bimbingan : masalah organisasional, pemahaman mendalam organisasional.
  24. Tindak lanjut dalam pola diskursus
  25. Pendidikan kader berlevel sesuai dengan kebutuhan kader dan potensi cabang.
  26. Tahap ini yang menjadi arahan untuk distribusi kader, baik pada internal cabang ataupun pada lembaga kemahasiswaan, ataupun lembaga sejenisnya.

    Profil kader yang ideal sesuai dengan arahan PDSPK 2006 yang disederhanakan melalui kurikulum tingkatan cabang
    Hakekat anggota : kebutuhan akademik dan fasilitas penanaman nilai – nilai organisasional
    Terjadi penyusutan/ seleksi alam
  27. Spiritual / masa transisi dalam pemuridan : transferisasi dan berkesinambungan
  28. Integritas/ proximity dalam masa pendampingan dan bimbingan : transferisasi dan berkesinambungan
  29. Profesional/ aktualisasi diri dalam lembaga


    Laikmen Sipayung
  1. Hubungan ke visi dan misi dan sinkro ke poiter "pembinaan"
  2. Hubungan dengan Tri Panji (Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, Tinggi Pengabdian)
  3. '81/'91 buku kuning, 1992/2002 (buku biru), 2006
  4. 2002 - 2006 terjadi kekosongan pola pengkaderan
  5. Banyak cabang terjebak dengan PDSPK yang lama
  6. Kriteria yang mengikuti pendidikan kader
  7. Tidak terlalu khawatir dengan jumlah SDM yang ingin mengikuti pendidikan kader


    Pemanfaatan peran komisariat dalam pendidikan kader
  1. Membuat kelompok kecil
  2. Masa pendampingan, PK harus diberikan arahan dan muatan PDSPK
  3. Masa bimbingan, PK membahas muatan organisasi dengan metode kelmpok diskusi
  4. Maper (BPC)
  5. Pendidikan Kader
  6. Harapannya ada BP pengkaderan yang concern mengurusi pengkaderan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.