SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

5.07.2011

Materi Kepemimpinan

KEPEMIMPINAN
By : Hendry R.P.S.*

Berasal dari kata pemimpin atau mimpi atau mimpin???

Kepemimpinan di Negara – Negara maju sudah tidak asing lagi. Bahkan di beberapa Negara, banyak warganya yang menjadi konsultan tentang kepemimpinan, karena ini dianggap menjadi kebutuhan “primer” jiwa mereka. Karena itu pekerjaan menjadi konsultan kepemimpinan (Leader Consultant) menjadi pekerjaan yang cukup digemari di beberapa Negara maju.
Di Negara ini khususnya, perkembangan tentang pengetahuan kepemimpinan sudah baik. Beberapa Universitas swasta telah membuat ini sebagai salah satu materi perkuliahan.
Pengkajian saya akan hal ini, dimana dewasa ini bukan zamannya lagi seorang manusia selalu memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada. Tetapi bagaimana memperdayakan SDM. Untuk itu pembelajaran dan pemahaman tentang kepemimpinan setidaknya menambah kemampuan SDM. Dan gambaran seperti ini telah diperhatikan di beberapa Negara maju.
Sekarang bagaimana dengan Anda?
Apakah Anda siap untuk menatap masa depan ketika Anda tidak mempunyai kapasitas dalam mengahadapi persaingan di kemudian hari?
Inilah yang seharusnya diperhatikan bersama – sama. Fenomena seperti diatas telah menunjukkan gejala – gejalanya. Salah satu kasus ialah bagaimana Anda melihat bahwa para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya dan mendapat gelar sarjana, namun belum bisa memastikan masa depannya. Bahkan ada yang sudah beberapa tahun menyelesaikan perkuliahan, baru bisa menentukan pilihan dia akan kemana.
Mengapa ini bisa terjadi?
Jawaban singkat untuk pertanyaan diatas……

Bagaimana meningkatkan kapasitas diri Anda?
zikInilah solusi konkrit yang harus Anda perhatikan mulai dini agar ketika beranjak wisuda, lampu penerang Anda telah siap, dan gua yang akan Anda susuri bisa Anda lalui.
Bagaimana mempersiapkan lampu penerang?
Timbul pertanyaan lagi.
Sebenarnya semua orang sudah tahu terkhususnya mahasiswa dan ini bukan lagi menjadi rahasia umum, yaitu Anda harus bisa mengembangkan seluas – luasnya potensi diri Anda.
Saya akan member alternative yang paling mudah dan paling ampuh.
Organisasi!!!
Inilah media yang akan menyediakan lampu penerang Anda. Sebagai mahasiswa, alangkah ruginya jika Anda hanya menghabiskan waktu di masa kuliah dengan memandangi wajah dosen tiap hari. Padahal begitu banyak wajah – wajah yang perlu diamati. Mahasiswa yang katanya Agent of Change merupaka pilar dan poros bangsa. Jadi, apakah layak jika seorang mahasiswa yang hanya berkutat pada perkuliahan, tanpa mengembangkan pola pikirnya, bisa disebut sebagai agen perubahan?
(jawablah di sanubari Anda).
Apakah cukup dengan mendaftar di salah satu organisasi, bisa mengoptimalkan pengembangan kapasitas diri Anda?
Saya berani menjawabnya, TIDAK!!!!
saya punya pengalaman menarik tentang ini. saya pertama bertemu dengan salah satu teman saya yang berbeda sekolah dengan saya ketika SMA. Teman saya yang notabene sekolah di sekolah elit, ternyata masuknya tidak melalui jalur resmi (tes). Ternyata di melewati ‘pintu samping’. Lalu saya bertanya kepada dia; “mengapa kamu tidak satu sekolah dengan saya, padahal kita bisa berangkat bersama dan juga belajar bersama, sementara sekolahmu sekarang sepertinya tidak bisa memberikan apa yang kau harapkan.” Jawabnya :”aku begini lantaran dipaksa oleh orang tua, bro”.

Artinya bahwa, seorang mahasiswa sekalipun mendaftar dan diterima di organisasi popular sekalipun, belum menjamin pengembangan diri yang baik. Apalagi jika masuk organisasi Karena terpaksa. Sama saja ‘pembunuhan karakter’.
Apa yang saya maksud disini ialah, pengembangan diri seorang mahasiswa itu terletak pada proses dia berorganisasi dan apa saja yang telah dia perbuat dalam berorgansasi. Dan inilah yang disebut dengan pengembangan diri yang baik.

Organisasi selain menjadi wadah pengembangan diri, juga menjadi uterus untuk melahirkan pemimpin – pemimpin yang nantinya memang betul – betul agen perubahan tadi.
Mengapa?
Karena pemimpin itu ialah pembawa perubahan. Dan itulah pengertian pemimpin. Disampin itu pemimpin jika mempunyai arti mempengaruhi. Jadi selain pembawa perubahan, seorang pemimpin harus bisa mempengaruhi. Ini akan membuat pemimpin memiliki seorang pengikut dan barulah dia dapat dikatakan memang benar – benar seorang pemimpin.
Lebih jauh saya akan memaparkan berapa bagian yang penting untuk menjadi seorang pemimpin dalam proses kepemimpinan.
Perspektif pemimpin
Banyak orang khusunya di Negara ini, berduyun – duyun ingin menjadi ppemimpin. Ini bukan karena membawa perubahan, namun lebih kepada mencari kenyamanaa hidup dan materi. Perlu saya tekankan kepada Anda, jika orientasi seseorang sudah berlandaskan materi untuk menjadi seorang pemimpin, maka inilah yang disebut dengan pimpinan, bukan pemimpin. Dalam bahasa saya, ‘pemimpin yang tidak memimpin’.
Seorang pemimpin harus bisa keluar dari zona kenyamanannya. Bukan kebutuhan pribadi yang dilihat, namun bagaimana seorang pemimpin tetap menjaga agar pengikutnya tetap mengikut dan tidak lari. Permasalahannya, bagaimana pengikutnya tidak lari, jika pemimpinnya sudah tidak lagi memperdulikannya.
OMOMNG KOSONG….
Ya..
Jika Anda menginginkan orang mengikuti Anda, maka mau tidak mau Anda harus memperhatikannya.
transformasi
Oval: Nyaman
Oval: tantangan




Keluarlah dar zona kenyamanan Anda dan, dan hadapi tantangan, bukan masalah. Karena orang bijak mengatakan bahwa anggaplah suatu masalah itu sebagai tantangan, maka kekuatan Anda akan bertambah dan Anda lebih optimis.
Pemimpin adalah pelayan
Ada kalanya, seorang pemimpin harus menjadi pelayan. Pelayan yang melayani setiap anggotanya. Pelayan yang saya maksud bukan seorang babu yang diperintah oleh majikannya. Namun penekanan saya disini ialah, menghargai anggota – anggotanya. Apa yang menjadi aspirasi setiap anggota setidaknya dapat didengarkan dengan terbuka. Sesekali membaur kepada anggota, untuk menyelami karakternya. Sehingga ini memudahkan Anda untuk mengembangkan organisasi.

‘Senjata’ terhebat seorang pemimpin adalah Komunikasi
Sebelum melihat peranan komunikasi dalam proses kepemimpinan, yang perlu Anda pahami adalah gambaran komunikasi yang dimaksud dalam buku ini untuk membatasi cakupan sasaran. Ruang komunikasi sangat luas, sehingga sangat memungkinkan keluar konteks (out of context) nantinya. Jadi saya akan memberikan garis besar dari bagian komunikasi yang berperan dalam proses kepemimpinan.
Komunikasi merupakan alat/media penyampaian informasi, baik berupa isyarat/lisan maupun tulisan. Mengapa komunikasi penting?
Pada dasarnya manusia ialah mahluk social yang memiliki isi pemikiran dan sudut pandang yang berbeda terhadap sebuah objek. Artinya, tidak semua memandang sebuah benda (dicontohkan seperti sebuah rumah) arahnya dari depan saja. Mungkin ada yang memandang sebuah rumah dari samping, atau barangkali ada yang dari atas, sehingga lewat komunikasi dia berpendapat bahwa rumah tersebut bagus atau biasa-biasa saja atau mungkin respon yang lain. Ini salah satu cakupan komunikasi yang membuat posisinya sekarang teramat penting.
Komunikasi yang baik bisa dipelajari, artinya itu bukan datang dengan sendirinya. Pembelajaran komunikasi yang baik dapat dimiliki oleh semua orang, karena pada dasarnya manusia adalah mahluk social (homo social) yang sangat membutuhkan komunikasi.

“Beberapa bulan yang lalu, teman saya bercerita kepada. Saat itu dia dan saudaranya sedang berada di Jakarta. Ketika mereka pergi ke salah satu sorum mobil, mereka berdiri di samping mobil  Jazz, sembari melihati mobil Avanza di sampingnya. Kemudian salah satu wiraniaga sorum tersebut datang. Kemudian menjelaskan sedikit tentang mobil yang di samping mereka yaitu jazz. Langsung saja mereka dibawa test drive. Setelah melalui sekitar 5 km, barulah mereka kembali ke sorum. Kemudian wiraniaga tersebut dengan senyumnya bertanya, bagaimana pendapat Anda dengan mobil ini?
Mereka megatakan, bahwa yang sebebnarnya ingin dibeli itu ialah mobil yang satunya tadi yaitu Avanza. Wiraniaga tersebut sedikit menunduk. Menunduk karena komunikasi yang kurang baik.”

-          Negosiasi
Nilai komunikasi yang baik dapat diimplikasikan dalam sebuah negosiasi. Anda tidak akan menyangka bagaimana kemampuan seorang pemimpin dapat melakukan bentuk proses negoisasi untuk meraih impian pribadi ataupun organisasi. Seorang mahasiswa dengan ‘telaten’ mecoba bernegosiasi dengan seorang dosen atau kontraktor mempengaruhi seorang costumer dengan penuh keyakinan, sehingga apa yang diinginkan dari masing-masing orang dapat diwujudkan. Pentingnya negosisasi terhadap seorang pemimpin dapat dilihat ketika seorang pemimpin dituntut melakukan tawar-menawar dengan instansi/organisasi lain tentang sesuatu projek ataupun kesepakatan.
Bernegosiasi yang ideal tidak datang dengan sendirinya. Proses pembelajaran adalah kuncinya diamana mau belajar memahami negoisasi dan menghindari kesalahan bernegosiasi yang pernah dilakukan.

-          Pidato

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.