SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

6.03.2011

65 Tahun Merdeka Bersama Tangisan


Kemerdekaan yang kita maknai dalam kehidupan berbangsa dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 yang lalu dengan semangat pandangan hidup bersama yang tertuang dalam Pancasila adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 65 tahun sudah negeri ini berjalan , namun sejumlah fakta mengejutkan kita dan sekaligus menunjukkan ironi dari sebuah realitas empirik Indonesia yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam dan keragaman sosial budaya masyarakat. Layaknyalah kita bersama-sama mengevaluasi arah perjalanan bangsa ini berdasar pada realita kehidupan yang kita jalani.
Kehidupan berbangsa yang demokratis adalah impian. Otonomi daerah nyata-nyatanya hanya mampu untuk menyerap anggran yang besar dan rentan konflik dalam kehidupan bermasyarakat. Keinginan mensejahterakan rakyat melalui otonomi justru menghabiskan anggaran yang semestinya dinikmati masyarakat luas, habis dimakan suksesi Kepala Daerah dan bahkan lebih ironisnya menjadi tempat bercokolnya para koruptor. Etnonasionalisme, Nasionalisme sempit berbuah perpecahan dan deharmonisasi kehidupan berbangsa yang berujung pada diskriminasi, ekstremisme, dan anarkisme.
Penataan perekonomian nasional yang tidak berpihak kepada rakyat menjadikan kemiskinan yang structural. Kelaparan, kurang gizi, penyakit menular, ,putus sekolah, pengangguran, premanisme, adalah buah daripada kebijakan ekonomi yang berpihak pada pemodal dan intervensi asing. Negara semestinya pelindung rakyat. Hukum kini menjadi dagangan, dan korupsi tetap terpelihara.
Maka, cita-cita berbangsa yang adil, makmur dan sejahtera akan menjadi kenyataan dan Kemerdekaan ini kita maknai “Tanpa Tangisan“ apabila rakyat bersatu dan menjadi prioritas utama daripada pemerintah dengan mengembalikan semangat awal berdirinya bangsa ini. Dengan demikian kami menyerukan :
1. Wujudkan kehidupan berbangsa yang demokratis, berdaulat, tanpa diskriminasi, ekstremisme, dan anarkisme dengan menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup bersama dalam berbangsa
2. Hentikan kebijakan ekonomi pasar yang merugikan perekonomian nasional dengan memperkuat perusahaan nasional dan ekonomi rakyat berbasis pada keunikan dan hirarki tanpa perusakan social budaya masyarakat dan alam semesta
3. Tegakkan supremasi hukum tanpa kompromi kepentingan dan tangkap koruptor tanpa pandang bulu.

Bandar Lampung, 17 Agustus 2010
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandar Lampung


Sponsored :





BismaClix.com - Inovasi Baru PTC Indonesia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.