SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

6.08.2011

E-coli di Eropa Berbeda dengan di Indonesia

Strain bakteri Escherichia Coli (E-coli) yang berada di Eropa belum ditemukan di Indonesia. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir atas mewabahnya bakteri E-coli yang melanda Eropa.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan bakteri E-coli di Eropa berbeda dengan yang ada di Indonesia. Hingga kini belum ditemukan strain bakteri yang serupa di eropa.

"Di dalam negeri saja banyak bakteri E-coli dan karena tidak melakukan cuci tangan. Tapi untuk E-coli di Eropa strain-nya berbeda, sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan bahwa ada strain itu di Indonesia," ujarnya ketika ditemui di Istana Kepresidenen, Jakarta, Selasa (7/6).

Namun masyarakat tetap perlu melakukan antisipasi atas persebaran bakteri E-coli. Endang meminta masyarakat membiasakan cuci tangan dan mencuci buah atau sayuran sebelum mengonsumsinya.

Ia menegaskan hingga kini tidak terdapat produk pertanian berupa sayuran yang diimpor dari Eropa. Menurutnya desakan untuk kontrol khusus terhadap sayuran dan buahan impor berlebihan. "Mengupas buah atau mencuci sebelum mengkonsumsi itu semua sudah cukup," katanya.

Menurut data Kementerian Kesehatan, wabah penyakit ini dimulai dari Jerman pada pertengahan Mei 2011. Jerman menemukan 520 kasus haemolytic uraemic syndrome (HUS) dengan 11 kematian pada awal Juni 2011.

Hingga kini terdapat 1.213 kasus Enterohaemorrhagic Escherichia Coli (EHEC), enam di antaranya meninggal. Selain Jerman, ada 11 negara lain yang menemukan kasus yang sama yaitu Austria, Republic Ceko, Denmark, Prancis, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat.

SUMBER : MEDIAINDONESIA.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.