SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

6.23.2011

Portofolio ditiadakan untuk sertifikasi guru




Sertifikasi Guru berubah sistem
JAKARTA — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, peningkatan profesionalitas guru melalui sertifikasi akan dilakukan dengan cara yang berbeda pada tahun 2011 ini. Saat ini, sertifikasi guru tidak bisa dilakukan dengan jalur portofolio. Sertifikasi hanya diberikan kepada mereka para guru yang telah mengikuti program pelatihan guru.
Dulu, modelnya siapa cepat dia dapat. Akan tetapi, sekarang semua kita tes. Misalnya, guru Matematika, kita tes kompetensi bidang keahliann

"Anggaran pendidikan sebanyak 20 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) itu baru dua tahun. Harus terus digenjot, tetapi kita tak bisa menuntut langsung. Semua perlu waktu, tetapi bukan berarti kita biarkan menyimpang. Oleh karena itu, kita rombak sistemnya, tahun lalu melalui portofolio, kami evaluasi dengan program pelatihan guru (PPG). Portofolio hanya kertas-kertas ijazah dan lain-lain yang dicocokkan. Akan tetapi, PPG itu ibarat training, para guru akan dilatih," kata Nuh, Selasa (21/6/2011) malam, di Jakarta.

Ia menegaskan, pada tahun ini sudah tidak ada sertifikasi guru dengan portofolio. "Kalaupun ada hanya sangat-sangat khusus bagi mereka yang terbukti mempunyai prestasi di ajang internasional. Sisanya, tetap harus menggunakan PPG. Itu sebagian strategi kita untuk meningkatkan kualitas guru," ujarnya.

Selain itu, sertifikasi guru tahun ini juga akan semakin ketat. Para guru harus melalui tes kompetensi sesuai bidang keahliannya. Para guru yang kelak disertifikasi hanya mereka yang berhasil lolos tes tersebut.

"Dulu, modelnya siapa cepat dia dapat. Akan tetapi, sekarang semua kita tes. Misalnya guru Matematika, kita tes kompetensi bidang keahliannya. Ketika lulus, barulah bisa ikut sertifikasi. Itu juga cara lain untuk menaikkan ketepatan yang terkait dengan kualitas guru," ujar Nuh.

"Ibarat orang yang makannya banyak, apakah langsung gemuk? Guru juga begitu, semua perlu proses. Yang penting kita beri asupan agar guru dapat terus meningkatkan kualitasnya," tutur Nuh.

Sumber : Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.