SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

7.11.2011

Pelayanan di Politekes Lampung - Opini



SUASANA DI POLITEKES ; Melihat pengumuman di lembaran - lembaran kertas

Di siang hari yang cukup terik karena sepertinya ketika itu matahari lagi kepengen negeluarin panasnya apalagi setelah beberapa hari sebelumnya cuaca agak mendung dan sinarnya masih mengendap, dan ketika tiba saatnya matahari mengeluarkan panasnya disaat aku harus menikmati panas tersebut sambil pergi menyisir sepenggal Jalan Soekarno – Hatta (bypass) menuju Politekes Lampung untuk melihat kertas – kertas putih dan di tuangkan tinta printer diatasnya sehingga di dalamnya ada kotak – kotak dan tulisan. Disambut sorai dan teriak orang – orang yang juga tidak berpaling dari kertas – kertas tersebut serta angsin seikit sepoi menghantarkan kaki ke politekes. Wajar jika mereka terlalu serius dan sesekali mengeluarkan sebuah ekspresi pasca melihat kertas tersebut. Kebanyakan sih, ekspresinya bahagia.
Lalu kudekati kertas tersebut, dan yang pertama sekali aku lihat adalah tulisan paling atas yaitu, Pengumuman Kelulusan Masuk Politekes Lampung. Kertas pengumuman tersebut ditempel di sebuah papan yang kira – kira tebalnya tidak sampai 1 cm. tetapi karena papan tersebut dibuat supaya bisa berdiri, sehingga tetap kokoh walau banyak orang yang saling berdesak.




Awalnya aku agak terhambat dengan tubuh orang – orang yang ingin melihat juga pengumuman tersebut. Tidak saja seseorang yang baru lulus SMA, namun ibu – ibu, bapak – bapak dan pemuda juga saling berdesakan dan meramaikan gerombalan penglihat pengumuman (begitu aku sebut namanya), untuk melihat kertas pengumuman di papan tersebut. Apalagi suasana kala itu sangat panas dan disertai dengan bau – bau yang menjadi polusi udara, mulai dari bau keringat, bau nafas, bau sampah dan bahkan ada pula bau baju yang sudah tidak dicuci beberapa hari. Dan yang semakin membuat emosi meledak adalah, ketika seseorang wanita yang ada di depan saya tiba – tiba melompat kegirangan sambil teriak lantaran huruf – huruf di kertas tersebut menyatakan namanya lulus. Bukan karena di huruf tersebut, tetapi karena tepat di depanku dia teriak yang membuat polusi suara. Rasa kegirangannya seperti mendapat tiket ke surga saja mereka.
Ha…..

Kemudian aku mempunyai sedikit ruang untuk semakin mendekat dengan kertas pengumuman dan aku cari nama yang ingin aku lihat yaitu adik sepupuku Agustina Sianturi. Dari beberapa lembar kertas pengumuman yang ada, aku hanya mencari dari tiga kertas dan langsung ketemu. Di dalamnya aku lihat dan ternyata ada namanya. Kemudian ada keterangan yang menyatakan bahwa dia lulus. Lulus di Keperawatan Politekes Lampung.

Setelah melihat dan mengetahui status kelulusan, aku langsung menyingkir dari kerumunan yang membuat urat otak seperti terhimpit. Kemudian langsung memberitahu kepada Tina bahwa dia lulus. Dan dia merasa senang, apalagi ini adala tes terakhir penerimaan mahasiswa di Politekes. Akhirnya aku sudah selesaikan tugas untuk melihat pengumuman di Politekes dan hasilnya, ya…Puji Tuhan cukup memuaskan.

Dari sini saya menyimpulkan bahwa, prosedur yang ada dalam system birokrasi khususnya di daerah ini masihlah sangat kurang. Politekes yang notabene memiliki hubungan (relevansi) dan keterkaitan langsung dengan dinas kesehatan daerah ini, harusnya sudah memilik system administrasi yang jelas termasuk untuk pengumuman mahasiswa baru di politekes, sehingga gambarannya tidak seperti diatas.
Saya rasa banyak solusi yang bisa ditawarkan oleh pihak institusi guna menciptakan kekondusifan mulai dari yang sederhana. Institusi bisa saja menggunakan media elektronik dengan menghubungi atau memberi ucapan melalui SMS atau info pengumuman dapat disampaikan melalu media internet dengan menggunakan website atau bila perlu dengan menggunakan media cetak melalui surat harian (Koran). Dan saya rasa media adalah alat yang baik untuk publikasi ketimbang harus datang berduyun – duyun ke intstitusi guna hanya melihat lembaran – lembaran kertas ditempel pada papan, - kurang terlalu efektif apalagi jika calon mahasiswanya berasal dari luar kota atau bahkan luar daerah.

Ini adalah gambaran yang biasa barangkali tetapi perlu harusnya diperbaiki dan ditata dengan baik agar terlihat lebih elegan dan rapi dan tidak menjadi budaya. Untuk kedepannya politekes harus lebih siap dalam mengantisipasi lonjakan pendaftar dan memberikan kenyaman kepada pihak yang mendaftar agar politekes setidaknya dihargai sebagai institusi yang baik dan nyaman.

Setelah ini calon mahasiswa politekes tersebut harus mendaftar ulang dan registrasi ulang. Dan untuk Tina, semangat dek, karena perjuangan masih banyak dan perjalanan masih cukup panjang.
Selamat jadi mahasiswa !!!

Hendry Tupang
(inspirasi di malam hari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.