SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

8.25.2011

BLOGGER HARUS LEBIH PROGRESIF DALAM MEWUJUDKAN KOMUNITAS ASEAN 2015

BLOGGER HARUS LEBIH PROGRESIF DALAM MEWUJUDKAN KOMUNITAS ASEAN 2015

Timbulnya pemikiran adalah hasil dari proses – proses memandang sebuah permasalahan. Pemikiran – pemikiran akan lahir dari permasalahan yang menuntut sebuah solusi atau penyelesaian. Dan ini pernah terjadi ketika 44 tahun yang lalu di wilayah Asia Tenggara bergejolak bermacam – macam permasalahan antar ataupun intern negara yang melibatkan negara – negara di Asia Tenggara, sehingga muncul pemikiran untuk menghasilkan problem solving (pemecahan masalah) dalam bentuk suatu wadah yang bernama ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Berawal dari permasalahan yang sama, maka secara de joure dan de facto, dideklarasikanlah ASEAN di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 yang diprakarsai 5 negara di Asia Tenggara diantaranya, Indonesia, Filipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Dan sekarang seiring perjalanan ASEAN yang telah menginjak 44 tahun, sudah ada 10 negara yang ternaung dalam Perkumpulan se-Asia tenggara ini.
Pada umumnya negara – negara yang tergabung dalam ASEAN, merupakan negara – negara yang pernah dijajah, kecuali Thailand. Artinya negara – negara tersebut pernah mengalami penderitaan yang sama, yaitu sama – sama dijajah. Walaupun Thailand belum pernah dijajah, tetapi negara ini manaruh empati, menolak segala sesuatu yang mengatasnamakan penjajahan. Dan kita pasti sudah memahami bagaimana jika sebuah negara sedang mengalami penjajahan dan pasti sangat menderita. Karena hakikat penjajahan adalah penderitaan.
Lalu, pada pra pembentukkannya, kondisi negara – negara di Asia Tenggara khususnya negara pemrakarsa masih berstatus negara berkembang. Dan masih ketinggalan dengan bangsa – bangsa Eropa. Melihat dua aspek itu, maka untuk mencapai sebuah perubahan yang lebih baik dan didasarkan kesamaan permasalahan maka tertuanglah pointer – pointer penting yang termaklumatkan dalam Isi Deklarasi Bangkok, yaitu :
• Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
• Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
• Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik,ilmu pengetahuan, dan administrasi
• Memelihara kerjasama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
• Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara

44 tahun pun berlalu. Kepala negara dan pemerintahan tentunya juga sudah saling berganti sejak ASEAN dideklarasikan. Kemudian, pergeseran zaman ke era globalisasi yang juga cukup signifikan serta pengaruh – pengaruh yang cukup kuat dan mengintervensi internal negara – negara ASEAN yang berasal dari luar, menciptakan permasalahan dan babak baru bagi negara – negara ASEAN. Ditambah lagi beberapa konflik yang urgen di internal negara – negata ASEAN seperti yang baru – baru ini terjadi yaitu, konflik antara negara Thailand dan Kamboja di bulan Februari kemarin, mengharuskan revitalisasi ASEAN sebagai perhimpunan bangsa – bangsa se-Asia Tenggara sebagai solve problem dewasa ini.

Sebenarnya dibeberapa KTT terakhir yang telah diselenggarakan, sudah tercetus kesepakatan – kesepakatan atas penangan permasalahan, mulai dari preventif hingga represif dan salah satu resolusi yang tercetus adalah Komunitas ASEAN yang disepakati dalam KTT ASEAN ke-9 di Bali yang dikenal dengan Bali Concord II. Konsep Komunitas ASEAN memiliki tiga pilar sebagai pondasi yaitu, Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASSC) pada 7 – 8 Oktober 2003. Dan sekarang, Komunitas ASEAN 2015 kembali diwacanakan untuk mewujudkan Komunitas ASEAN 2015 sesuai dengan tiga pilar tersebut. Tentunya kembali mengangkat isu Komunitas ASEAN merupakan terobasan yang baik dan positif. Melihat kekondisiaan di zaman mondial ini, memang seharusnya Komunitas ASEAN 2015 harus digalakkan kembali. Apalagi kekhawatiran bersama terhadap invasi intelektual dari luar, bisa menimbulkan keresahan dan paranoid bagi negara – negara di Asia Tenggara.
Kedepannya dengan memiliki tiga pilar yang cukup filosofih, harapannya bisa menjadi pondasi kuat dalam meningkatkan kesejahteraan negara – negara di Asia Tenggara dan meningkatkan hubungan (relationship) antar negara – negara Asia Tenggara yang tergabung di ASEAN. Apalagi beberapa negara Asia diluar ASEAN mulai memonopoli perekonomian negara – negara ASEAN, sebut saja negara India dan China. Jika negara – negara ASEAN tidak siap bersaing, maka kekhawtiran yang lebih jauh bakal bisa terjadi. Selain itu, adanya pertukaran kerjasama dalam hal sosial –budaya, sebaiknya lebih ditingkatkan lagi untuk mendukung kesatuan ASEAN sebagai perhimpunan negara - negara Asia Tenggara. Dan lebih dari itu, perdamaian dan stabilitas ASEAN bisa lebih baik dan kondusif lagi.
Disamping itu, untuk mewujudkan Komunitas ASEAN 2015, salah satunya dibutuhkan peranan blogger untuk mensosialisasikan Komunitas ASEAN 2015. Media komunikasi melalu media internet cukup efektif sekarang ini. Dan salah satunya menggunakan blog sebagai wadah komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi intern ataupun antar negara.
Blog saat ini sudah tidak asing lagi. Seperti jejaring sosial lainnya, dalam penggunaannya juga sederhana. Dan siapa saja bisa memiliki dan menggunakan blog sebagai media komunikasi ‘dunia maya’. Dan semakin banyak blogger mensosialisasi (campaign) -kan Komunitas ASEAN 2015 guna mewujudkan visi yang telah ditetapkan, maka Komunitas ASEAN 2015 bukan tidak mungkin menjadi kenyataan dengan 3 pilarnya.
Oleh karena itu dengan mewujudkan Komunitas ASEAN 2015 yang substansial, harapannya bisa menjawab permasalahan – permasalahan yang telah diperbincangkan diatas.
Kemudian, saya melihat segala sesuatu memiliki tantangan dalam proses perjalanannya nanti menuju 2015. Kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap gagasan seperti ini sekarang, masih dipandang sebelah mata. Sifat hedon yang masih menguasai masyarakat di negara – negara ASEAN sangatlah tinggi. Ditambah lagi sosialisasi tentang wacana ini masihlah sangat kurang, dan ini tentunya menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan komunitas ASEAN 2015. Impian ini bukan semata – mata hanya menjadi pekerjaan rumah buat masing – masing pemerintah negara – negara di ASEAN, tetapi dibutuhkan kerjasama semua masyarakat di setiap tataran.
Kemudian tantangan yang lebih utama adalah hubungan diplomatis antar negara harus dibangun lebih baik lagi. Konflik yang terjadi antar negara di ASEAN akan menciptakan ketidakstabilan di tubuh ASEAN sendiri. Dan tentunya akan ber-impact pada segala aspek termasuk komunitas ASEAN.
Tantangan – tantangan di atas, adalah hal yang perlu dihadapi bukan ‘lari’ dari itu semua.


Seperti yang telah ditulis diatas bahwa, para blogger bisa menjadi sparing partner untuk bersama – sama mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. Media internet merupakan pendukung yang cukup koorporatif dan blooger dapat memainkan peranannya sebagai pengelola blog. Blog adalah sebuah media yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan sekaligus mensosialisasikan hal – hal yang menyangkut Komunitas ASEAN. Bisa melalui postingan – postingan ataupun dalam bentuk banner atau pajangan yang bisa disisipkan dan dilampirkan ke dalam blog. Sebenarnya kegiatan ini bisa dimaksimalkan dan dilakukan oleh setiap pengelola blog, baik yang awam ataupun blogger yang sudah mumpuni. Dengan kemampuan dan fasilitas blog yang bisa diakses siapapun, besar kemungkinan dalam mewujudkan Komunitas ASEAN 2015 sesuai dengan harapan.
Berikut ini beberapa peranan secara spesifik yang bisa dilakukan blogger dalam mewujudkan Komunitas ASEAN 2015, yaitu :
1. Blogger sebagai komponen masyarakat yang sudah familiar, telah memiliki SDM yang cukup banyak dan concern terhadap dunia blog. Sehingga para blogger bisa sebagai navigator yang potensial untuk masyarakat khususnya pengguna internet. Bahkan blogger dapat mengelola lebih dari satu blog, sehingga blog sangat memungkinkan sebagai media potensial.
2. Fasilitas blog yang cukup mendukung sosialisasi Komunitas ASEAN 2015, bisa dimanfaatkan para blogger. Dan Blogger sebagai pengelola fasilitas tersebut dapat memanfaatkannya untuk mensosialisasikan Komunitas ASEAN 2015
3. Blogger tidak dibatasi ruang dan waktu, dan sangat menmungkinkan mengelola blog dimana saja asal terkoneksi dengan internet dan kapan saja sesuai dengan kebutuhan, sehingga para blogger dapa mengakses blog dengan intens. Dan ini merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan blogger sebgai user yang aktif untuk mengelola blog.
4. ‘Komunikasi adalah senjata yang paling ampuh’. Setidaknya ini bisa diimplementasikan para blogger untuk mengelola blog sebagai media komunikasi di seluruh dunia khususnya di Asia Tenggara.
5. Para blogger bisa membuat sebuah grup ataupun forum diskusi yang berkaitan dengan Komunitas ASEAN.
6. Para blogger juga bisa menjadi systen control dengan memberi saran dan usulan yang positif kepada Komunitas ASEAN sehingga terbangun Komunitas yang baik berdasarkan ide – ide dan masukan yang baik pula.
7. Dan yang lebih penting para blogger dapat menjadi ‘penyambung lidah’ Komunitas ASEAN, untuk menyampaikan hal – hal yang terkait apapun tentang Komunitas ASEAN.
Dari pemantauan (observation) dan pengalaman selama mengelola blog, untuk saat ini peranan diatas masih relevan untuk dilakukan para blogger. Dengan impian yang mulia dan didasarkan filosofih yang positif, saya rasa masyarakat akan mudah menerima Komunitas ASEAN. Lalu setelah itu kita bisa bersama – sama mewujudkan Komunitas ASEAN 2015.


Demikianlah tulisan yang sederhana ini diperbuat dan barangkali masih memiliki cacat disana – sini dalam penulisannya. Saya tidak butuh pemakluman tetapi butuh krtikan. Dan buat siapa saja yang mau memberikan masukan atau krtikannya tanpa menyinggung SARA, akan dibuka seluas – luasnya.
Sebelum saya tutup, ada satu hal lagi yang perlu sedikit saya sampaikan, bahwa ASEAN terdiri dari beberapa negara, ras dan suku bangsa yang berbeda - beda. Asal saja seluruh masyarakat ASEAN saling menghargai itu semua, saya rasa untuk mewujudkan Komunitas ASEAN 2015 akan berjalan dengan lancar. Dan salah satu peranan blogger adalah menciptakan hal itu, bukan harus bertikai dan beradu komentar yang tidak membangun di ‘dunia maya’.
Semoga visi serta harapan Komunitas ASEAN 2015 dapat terwujud dan para blogger dapat lebih progresif sebagai pendukung dalam mewujudkan Komunitas ASEAN 2015.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih. Teriring salam hangat untuk kita semua.

Hendry Roris
24 Agustus 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.