SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

8.03.2011

DAUR ULANG LIMBAH KERTAS





DAUR ULANG LIMBAH KERTAS


Pengantar
Kertas merupakan salah satu benda organik, artinya berasal dari mahluk hidup yang bisa diuraikan. Dan jika sudah dibuang maka kertas menjadi sampah organik. Tetapi banyak yang belum menyadari bahwa kertas memiliki manfaat yang banyak setelah menjadi sampah/limbah. Pada dasarnya sampah kertas bisa didaur ulang untuk menjadi benda yang bermanfaat. Kertas seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuat kerajinan tangan atau bisa didaur ulang kembali menjadi kertas.
Kondisi sekarang ini dimana sering terjadinya penebangan liar dan pengerusakan pohon – pohon dalam hutan, menimbulkan dampak terhadap pabrik kertas. Apalagi ditambah dengan isu Global Warming yang merupakan bahaya jangka panjang yang harus diminimalisir segera, menuntut agar pengeksploitasian hutan segera di antisipasi karena pada dasarnya  bahan baku kertas adalah tumbuhan. Oleh karena itu daur ulang kertas sangat bermanfaat untuk tetap menjaga bumi selalu ‘hijau’ dan mencegah pemanasan global.



Proses

Alternatif A
Dalam kegiatan pendaur ulangan kertas, bisa dilakukan dengan banyak cara tergantung kekreatifan kita. Di bawah ini saya akan menuliskan tahapan/proses pendaurulangan limbah kertas menjadi kertas kembali,
        I.            Alat yang diperlukan :
Papan kayu atau triplek, kain tipis, screen kerapatan 36 atau 38, rakel, blender, bak besar dan ember.
     II.            Bahan yang diperlukan.
Kertas bekas disobek-sobek (direndam semalaman), karakteristik, pewarna alami atau buatan, pemutih dan lem (jika diperlukan).
  III.            Langkah-langkah pembuatan.
1.      Siapkan rendaman sobekan kertas.
2.      Siapkan papan yang tlah dilapisi kain.
3.      Blender kertas dengan air, perbandingannya 1:3 hingga menjadi bubur kertas (pulp).
4.      Masukkan pulp ke dalam bak yang telah diisi air satu per empat bagiannya.
5.      Ulangi langkah tiga dan empat kira-kira tujuh atau delapan kali.
6.      Blender karakteristik dan pewarna alami secara terpisah dengan sedikit air.
7.      Masukan ke dalam bak. Aduk rata.
8.      Blender satu setengah sendok teh lem dan air.
9.      Berdirikan papan dengan kemiringan kira-kira 45 derajat. Basahi papan dengan air.
10.  Masukkan screen ke dalam air. Saring pulp dengan screen secara merata.
11.  Tempelkan screen pada papan. Gunakan rakel untuk  meniriskan air pada screen hingga air tidak menetes lagi. Lepaskan screen.
12.  Ulangi langkah 10 dan 11 hingga pulp di bak habis.
13.  Jemur papan di tempat panas. Kertas akan kering  sekitar tiga jam. Jika diletakkan di ruang tertutup, kertas akan kering keesokan harinya.
14.  Setelah kering, cabut kertas secara perlahan agar  tidak robek.
15.  Kertas daur ulang siap digunakan.
Tebal tipisnya kertas yang terjadi tergantung pada komposisi bubur kertas dan air. Semakin banyak bubur kertas semakin tebal.
Pemanfaatan kertas daur ulang yaitu untuk membuat kartu lebaran, ulang tahun, frame pas photo dan aneka kerajinan lain. Pemasaran masih di lingkungan sekolah. Sebenarnya engan menekuni pembuatan kertas daur ulang dapat digunakan untuk menambah penghasilan.


Alternatif B
Alat dan Bahan
Membuat kertas daur ulang ini tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Alat dan bahannya bisa diperoleh dengan mudah dari lingkungan di sekitar kita. Alat yang kita butuhkan hanyalah dua buah ember besar, blender untuk menghancurkan kertas, satu atau lebih cetakan kertas yang tersebut dari dua buah bingkai kayu dan spons untuk menyerap air. Untuk mencetak kertas kita membutuhkan satu bingkai kayu dengan saringan kawat dan satu bingkai tanpa saringan. Saringian kawat ini bisa dibuat dari kain kassa. Ukuran bingkai kayu untuk cetakan kertas ini kita sesuaikan dengan ukuran kertas yang diinginkan, misalnya ukuran folio, atau double polio. Jangan lupakan pula selembar kain bekas yang panjangnya cukup untuk alas menjemur kertas yang sudah jadi. Di sini kita bisa memanfaatkan kain bekas spanduk. Bahan untuk membuat kertas daur ulang ini adalah air, kertas-kertas, bekas pakai serta daun-daun atau bunga-bunga kering untuk hiasan.

Cara Membuat
Cara membuatnya juga sangat mudah. Pertama kita hancurkan kertas-kertas bekas itu dengan cara menyobek-nyobeknya hingga berbentuk serpihan-serpihan kecil. Semakin kecil dan semakin halus sobekan kerta itu akan semakin bagus. Kemudian sobekan-sobekan kerta ini kita rendam dalam seember air selama minimal dua malam. Semakin lama merendam semakin baik. Untuk membantu proses pelarutan tinta dalam kerta bekas, maka rendaman kertas ini bisa kita rebut selama satu atau dua jam. Setelah rebusan kerta ini mendingin, kita blender rebusan ini sampai benar-benar hancur, hingga menjadi bubur kertas. Bubur kertas yang kental ini kemudian kita larutkan sedikit demi sedikit dalam seember air, dengan perbandingan kurang lebih 1:10, atau kita perkirakan sesuai dengan ketebalan kertas yang kita inginkan. Semakin tebal kertas yang kita inginkan, semakin kentallah campuran yang harus kita buang. Campur bubur kertas dengan air hingga benar-benar larut. Kertas pun siap kita cetak dengan memakai cetakan kertas yang telah disediakan.
Mencetak kertas daur ulang ini juga memerlukan trik khusus agar hasilnya baik. Ember yang dipakai untuk mencampur bubur kertas dengan air itu, haruslah yang berukuran besar, agar cetakan kertas bisa masuk seluruhnya ke dalam ember. untuk mencetak, kita lekatkan dua buah bingkai kayu sebagai cetakan kertas. Bingkai kayu yang tak memiliki saringan kawat ditempelkan pada sisi bingkai kayu yang ada saringan kawatnya. Kemudian cetakan kertas ini kita masukkan dari pinggir ember dengan posisi tegak lurus, horisontal, sejajar dengan ember. Kita celupkan cetakan ini hingga masuk seluruhnya ke dalam ember. Setelah itu, baru kita angkat kertas itu perlahan-lahan. Tunggu hingga air yang menetes dari cetakan habis. Kemudian angkat bingkai kayu yang tak memiliki saringan kawat dengan hati-hati agar kertas yang sudah dicetak tidak rusak dan cetak kertas di atas kain alas. Cara mencetaknya, tempelkan bingkai kayu yang berisi bubur kertas ke atas kain alas. Serap air yang ada di dalam kertas yang dicetak dengan menggunakan spons. Gerakkan spons dengan gerakan satu arah di atas kertas. Berhati-hatilah agar kertas yang dicetak tidak robek. Peras dan keringkan spons kemudian gunakan kembali untuk menyerap air dalam kertas. Ulangi hingga air di atas kertas habis, kemudian angkat cetakan kertas dengan hati-hati. Jemur hingga kertas mengering.
Untuk variasi, kertas daur ulang ini kita bisa kita warnai sesuai dengan keinginan kita. Sebagai pewarna alami, kita bisa memakai daun pandan atau daun-daun yang lain untuk warna hijau. Untuk warna kuning kita bisa memakai kunyit, dan untuk warna merah, kita bisa memakai daun jati yang ditambuk atau kayu secang yang telah direbus terlebih dahulu. Caranya, tumbuk atau parut bahan pewarna alami yang kita inginkan, peras dan saring, ambil airnya untuk mewarnai. Pewarna alami ini bisa kita campurkan pada waktu kita mencetak kertas. Selain itu kita juga bisa menambahkan hiasan berupa serpihan daun-daun atau bunga, agar kertas daur ulang kita terlihat lebih artistik. Penambahan hiasan bisa dilakukan dengan mencampurkan serpihan bunga dan daun pada bubur kertas atau dengan menghiaskannya pada waktu kertas baru usai dicetak.
Dalam proses selanjutnya, kertas daur ulang ini bisa kita olah menjadi beragam souvenir atau barang-barang keperluan sehari-hari. Kotak pensil, block note, kotak perhiasan dan kertas surat merupakan beberapa contoh barang yang bisa dibuat dari kerta daur ulang. Nah, tunggu apalagi, Anda bisa mempraktekkannya bersama-sama dengan anak-anak Anda. Baik untuk sekedar sebagai kegiatan mengisi waktu luang ataupun jika ditekuni, membuat kertas daur ulang ini bisa menjadi suatu usaha sampingan yang cukup menjanjikan.Semoga berguna danbermanfaat.


Penutup
Alam akan bersahabat jika kita juga bisa menerima alam sebagai sahabat kita. Seperti hukum manusia, yaitu saling menghargai begitu juga dengan hukum alam. Menghargai alam sama saja kita juga dihargai oleh alam.
Oleh karena itu, memelihara alam dengan tidak merusak hutan dan memanfaatkan alam secara optimal tanpa pelanggaran akan membuat bumi lebih nyaman.



Bandarlampung, 29 Juli 2011
Hendry Tupang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.