SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

7.31.2012

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK PADA POKOK BAHASAN KOPERASI DI KELAS IV SD -------------- TAHUN AJARAN 2011

Nama: Christmas Timtim Silaban
NPM: 071211920665
BAB  I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah
            Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan  perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkatan perlu terus-menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.
            Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal. Dimana terlaksana serangkaian kegiatan terencana dan terorganisir, termasuk kegiatan dalam rangka proses belajar-mengajar di kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan perubahan-perubahan positif menuju kedewasaan, sejauh berbagai perubahan itu dapat diusahakan melalui usaha dalam proses belajar mengajar.

            Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan pada diri seseorang. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi perlu dilakukan penilaian. Begitu pula yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu proses pembelajaran di sekolah, harus selalu dilakukan penilaian terhadap hasil belajarnya untuk mengetahuhi sejauh mana siswa telah mencapai sasaran belajarnya.
1
 
Slameto (2010:1) dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.
            Kemampuan belajar yang dimiliki manusia merupakan bekal yang sangat pokok. Berdasarkan kemampuan itu, manusia telah berkembang selama berabad-abad yang lalu dan tetap terbuka kesempatan luas baginya untuk memperkaya diri dan mencapai taraf kebudayaan yang lebih tinggi. Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks sehingga tidak terlindas oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
            Terkait dengan itu mutu pendidikan pada jenjang sekolah dasar sampai saat ini masih jauh dari apa yang kita harapkan, terutama pada kualitas pembelajaran. Pendidikan tidak lepas dari pembelajaran, dengan belajar setiap orang akan mengalami perubahan dan akan berkembang  lebih baik, serta dapat mempertahankan hidupnya di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin jauh dan persaingan yang ketat seperti sekarang ini.
            Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun potensi siswa. Konsep pendidikan tersebut terasa semakin penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan di masyarakat dan dunia kerja, karena yang bersangkutan harus mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah untuk  menghadapi problema yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari saat ini maupun yang akan datang.
            Karena pentingnya pendidikan bagi setiap warganya. oleh sebab itu, Indonesia sebagai salah satu Negara yang sedang berkembang juga mengatur masalah tentang sistem perundang-undangan pendidikan nasional. Bahwa setiap warga  Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu. Pendidikan dasar merupakan salah satu jenjang pendidikan formal yang harus dijalani oleh setiap warga Negara sebagai siswa untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasioal dimana terdapat kurikulum yang mengaturnya.
            Dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidika nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
            Salah satu mata pelajaran yang dimuat dalam kurikulum pendidikan sekolah dasar adalah IPS. Kurikulum ilmu pengetahuan sosial disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan ilmu pengetahuna sosial. Saat ini kesejahteraan bangsa tidak hanya bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, tetapi juga bersumber pada moda intelektual, sosial dan kepercayaan.

            Pada hakikatnya, materi pengetahuan sosial merupakan suatu wahana pembelajaran yang diharapkan tumbuh seiring dengan perkembangan peserta didik dalam melihat diri dan lingkungannya. Pengetahuan sosial juga diharapkan dapat menjadi suatu penuntun bagi peserta didik dalam menjawab pertanyaan dasar untuk mereka sendiri, seperti: siapa saya, saya berada pada masyarakat apa, dan mengapa ada perubahan terjadi pada masyarakat tertentu.
            Tujuan pokok dari pengajaran pengetahuan sosial yaitu: (a) memberikan pengetahuan kepada manusia bagaimana bersikap terhadap benda-benda di sekitarnya, (b) memberikan pengetahuan kepada manusia bagaimana cara berhubungan dengan manusia yang lain, (c) memberikan pengetahuan kepada manusia bagaimana cara berhubngan dengan masyarakat sekitarnya, (d) memberikan pengetahuan kepada manusia bagaimana cara berhubungan dengan alam sekitarnya, (e) memberikan pengetahuan kepada manusia bagaimana cara berhubungan dengan Tuhannya.
            Salah satu pokok bahasan pada pembelajaran IPS di SD kelas IV adalah mengenai koperasi. Inti dari tujuan pembelajaran ini adalah agar setiap peserta didik dapat lebih mengenal lagi mengenai pembelajaran koperasi yang ada dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak langsung diajarkan dan ditanamkan pemahaman nilai-nilai moral kepada anak didik agar dapat berbuat baik kepada orang lain, terutama dengan orang-orang disekitarnya.
            Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri 020276 Binjai Timur Tahun Ajaran 2011 pada kelas IV semester genap telah ditemukan nilai rata-rata harian pada pelajaran IPS. Nilai rata-ratanya masih tergolong rendah di bawah ketuntasan yaitu berkisar 4,50 s/d 6,50. Padahal nilai standar IPS yang diharapkan oleh  SD Negeri 020276 Binjai Timur adalah 7,0. Jumlah siswa pada kelas IV adalah 33 siswa dimana laki-laki berjumlah 16 siswa dan perempuan berjumlah 17 siswa. Dari 33 siswa hanya ada 5 orang atau (9,09%) yang telah mencapai nilai ketuntasan sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan berjumlah 28 siswa atau (84,84%). Dari semua siswa yang mengikuti pelajaran di dalam kelas tidak semuanya berkonsentrasi belajar. ada berkisar 10 orang yang terlihat aktif dan merespon dari pelajaran yang disampaikan oleh guru, sebagain hanya diam dan melamun. Diakhir kegiatan, guru memberikan evaluasi sebanyak 5 soal untuk mengetahuhi sejauh mana siswa memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Ternyata dari semua siswa hanya 5 orang yang bisa menyelesaikan soal dengan benar, 15 orang hanya dapat menyelesaikan 3 soal dengan benar, 7 orang hanya dapat menyelesaikan 2 soal dengan benar, 6 orang lagi sama sekali tidak bisa menyelesaikan soal dengan benar.
            Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam pelajaran IPS sehingga sebahagian siswa beranggapan bahwa IPS merupakan pelajaran yang tidak diminati karena dinilai membosankan dalam pelajarannya. Hal ini disebabkan oleh beberpa faktor, diantaranya adalah: (1) Rendahnya kreativitas guru dalam menggunakan metode pelajaran yang efektif seperti kerja kelompok, (2) pembelajaran IPS di kelas masih berjalanan monoton, (3) selain itu masih ditemukan siswa sebagian besar banyak melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak relevan dengan KBM. Seperti berbicara dengan teman, tidur di dalam kelas dan melamun, (4) belum ada interaksi yang baik antara guru dan siswa, (5) strategi yang digunakan dalam pembelajaran kurang tepat.
            Jika keadaan yang seperti ini terus berlanjut maka akan menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap hasil belajar anak, dan pada akhirnya prestasi belajar yang dicapai oleh anak kurang maksimal. Dalam proses belajar- mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberikan fasilitas belajar bagi murid-murid untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggungjawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas yang berkaitan dengan kesulitan belajar siswa.
            Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk membuat suasana kelas tetap hidup serta membangkitkan semangat belajar siswa dalam pembelajaran IPS di SD adalah menggunakan metode kerja kelompok. Dalam dunia pendidikan yang semakin demokratis seperti pada zaman sekarang ini, metode kerja kelompok mendapat perhatian besar karena memiliki arti penting dalam merangsang para siswa untuk berfikir dan mengekspresikan pendapatnya secara bebas dan mandiri.
            Berdasarkan uraian di atas maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul : “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Pada Pokok Bahasan Koperasi Di Kelas IV SD Negeri 020276 Binjai Tahun Ajaran 2011”.



1.2.  Identifikasi Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan oleh peneliti, berkaitan dengan rendahnya hasil belajar siswa dalam pelajaran IPS di kelas IV. Beberapa masalah yang dapat di identifikasi adalah :
1.    Hasil belajar yang dicapai siswa dalam pelajaran IPS pada pokok bahasan koperasi masih rendah.
2.    Dalam mengajar guru kurang melakukan pembelajaran yang bervariasi, dan ceramah saja.
3.    Kurangnya aktivitas, keterampilan guru dalam membuat dan menggunakan  metode kerja kelompok.

1.3.  Batasan Masalah
Dalam suatu penelitian perlu mengambil batasan masalah agar penelitian ini mencapai sasaran yang akan diteliti. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah: “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Pada Pokok Bahasan Koperasi  Di Kelas IV SD Negeri 020276 Binjai”.

1.4.  Rumusan Masalah
7
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah dikemukakan, diperoleh suatu perumusan masalah dalam penelitian ini. Adapun rumusan masalah  dalam penelitian ini adalah: “Apakah dengan menggunakan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari koperasi kelas IV SD Negeri 020276 Binjai”.

1.5.  Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah: “ Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Pada Pokok Bahasan Koperasi”

1.6.  Manfaat Hasil Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah:
1.    Bagi siswa, untuk memudahkan siswa dalam memahami pelajaran IPS yang diberikan oleh guru.
2.    Bagi guru, sebagai bahan masukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dengan menggunakan metode kerja kelompok pada pelajaran IPS.
3.    Bagi sekolah, dapat menambah metode pelajaran IPS dengan menggunakan metode kerja kelompok.
Bagi peneliti, menambah pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan metode kerja kelompok dalam setiap pelajaran IPS.


Bagi teman-teman yang ingin mengetahui Bab-bab selanjutnya dari Skripsi ini, silahkan mengisi kolom komentar...:)

6 komentar:

  1. wah saya ga tau kelanjutanya.. :)
    cuma bisa nyimak aja sobat.. :)

    BalasHapus
  2. kalau mau tau kelanjutannya, silahkan kirim e-mail yang bisa dikunjungi supaya dikirim kelanjutan babnya sob..:)

    BalasHapus
  3. Metode belajar kerja kelompok bagus ya untuk melatih anak dapat bekerja sama dgn orang2 yg berbeda....

    BalasHapus

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.