SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

2.02.2013

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN SAINS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI KELAS IV SD NEGERI ------------------------- TAHUN AJARAN 2010 / 2011


O L E H : 
MAHDALENA TARIGAN
071211920654



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar  Belakang Masalah
Sains merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan,  gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan pengujian gagasan. Sebagian orang beranggapan bahwa belajar Sains adalah semata-mata mengumpulkan dan melafalkan fakta-fakta yang terjadi dalam bentuk informasi atau meteri pelajaran.

Dewasa ini pelajaran sains masih didominasi oleh penggunaan metode ceramah dan kegiatan lebih berpusat pada guru.  Aktifitas siswa dapat dikatakan hanya mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal yang dianggap penting. Guru menjelaskan hanya sebatas produk dan sedikit proses,  salah satu penyebabnya adalah padatnya materi yang harus dibahas dan diselesaikan berdasarkan kurikulum  yang berlaku,  padahal dalam membahas sains tidak cukup hanya menekankan produk tetapi yang lebih penting adalah membuktikan atau mendapatkan kepastian suatu teori.
Sains membangkitkan minat manusia agar mau meningkatkan kecerdasan dan pemahamannya tentang  alam seisinya yang penuh dengan rahasia yang tak habis-habisnya. Dengan adanya rahasia alam itu satu persatu dapat mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah sehingga membantu  siswa untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alam sekitar.
Jika dengan penggunaan metode yang tidak sesuai maka pembelajaran sains tidak terwujud dan siswa kebanyakan bermain-main, tidak semangat dalam belajar sehingga pembelajaran tidak mencapai tujuan yang diinginkan.
Pembelajaran sains secara umum masih belum optimal dengan yang diharapkan.  Menurut Bundu (2006:3) kelemahan pembelajaran sains diindonesia yakni: masih banyak guru yang sangat menekankan pembelajaran pada faktor ingatan, fokus penyajian dengan ceramah yang mengakibatkan kegiatan sangat terbatas, tidak lebih dari mendengarkan dan menyalin.
Pendidikan sains seperti pendidikan pada umumnya memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian dan perkembanga intelektual siswa  oleh karena itu pendidikan sains sering mengalami pengkajian ulang dan pembaruan untuk mencari bentuk yang paling sesuai. Pembaruan dan pengembangan pendidikan sains selalu mengacu pada hakikat sains itu sendiri dan disesuaikan dengan perkembangan siswa. Sehingga akan membawa warna dalam praktek perkembangan sains di lingkungan sekolah.
Pembelajaran sains merupakan pembelajaran yang menempatkan aktifitas nyata siswa dengan berbagai objek yang dilihat dan dipelajari dan merupakan hal utama yang perlu dikembangkan.  Kesempatan harus diberikan pada siswa untuk melihat langsung, belajar mengenai apa yang dinamakan sains. Siswa dididik, di bimbing, diarahkan, dan dilatih untuk mengembangkan kemampuan fisik (motorik) dan melatih penalaran untuk mencapai tujuan pendidikan.
Dalam hal ini siswa dengan sendirinya menginternalisasikan proses pendidikan dan menjadikan siswa berdaya menggunakan pengetahuan yang mereka dapat. Pendidikan sains bukanlah transfer pengetahuan guru sebagai sumber pengetahuan dari guru kepeda peserta didik saja.  Sebab kalau ini terjadi, pendidikan tidak akan menghasilkan generasi terdidik dan berkualitas.
Pembelajaran sains merupakan proses kontruksi pengetahuan (sains) melalui aktifitas berpikir.  Anak diberi kesempatan mengembangkan pengetahuan secara mandiri melalui proses komunikasi. Menghubungkan pengetahuan awal yang dimiliki dengan yang akan mereka temukan. Kondisi seperti inilah yang akan mampu menjadikan siswa berdaya, serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu pembelajaran sains lebih tepat menggunakan pendekatan kontekstual pada pokok bahasan perubahan lingkungan. Pendekatan kontekstual (CTL) merupakan  pembelajaran yang dilakukan guru dengan mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Menurut Suprijono (2010:79) menyatakan “pendekatan kontekstual adalah konsep yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarakannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik  membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat yang bertujuan membantu peserta didik memahami makna bahan pelajaran yang mereka pelajar”.

Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang memahami makna materi pelajaran yang dipelajari siswa dengan menghubungkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan siswa, sehingga siswa memiliki pengetahuan atau keterampilan secara fleksibel dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual bahwa: “Pendekatan kontekstual merupakan suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajarinya dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.”
Pembelajaran sains yang dilakukan SD 105324 Ujung Serdang kelas IV belum optimal karena guru masih menggunakan pendekatan konvensional, artinya guru tidak menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa, yang membawa siswa menjadi bosan dan tidak suka pada pelajaran sains materi perubahan lingkungan yang akhirnya tingkat daya serapnya menjadi rendah. Dari kenyataan yang terjadi di lapangan sebagian siswa kurang berminat belajar tentang  materi perubahan lingkungan. Apa bila guru hanya menjelaskan materi pelajaran saja tanpa membawa siswa ke lapangan maka dapat menyebabkan siswa bosan dan jenuh dalam menerima pelajaran. Dalam observasi yang penulis lakukan di kelas IV SDN 105324,  penulis melihat siswa kurang termotivasi dalam belajar khususnya belajar sains materi perubahan lingkungan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru,  penulis memperoleh informasi mengenai nilai siswa rata-rata hanya mencapai (<60,00) nilai ini jelas sekali masih jauh dari yang diharapkan.  Jumlah keseluruhan siswa kelas IV SD 105324  adalah 32 siswa, dari hasil yang diperoleh  data sebagai berikut : 12 siswa memperoleh nilai >60,00 atau 37,5% siswa yang tuntas belajar dan 20 siswa memperoleh nilai <60,00 atau 62,5% siswa yang tidak tuntas belajar. Berdasarkan nilai yang diperoleh siswa, dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa di kelas IV tergolong rendah.
            Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberafa faktor antara lain: Faktor dari diri siswa sendiri, guru, dan sumber belajar. Faktor yang mempengaruhi siswa yaitu sebagai berikut: siswa tidak memperhatikan pada saat guru menjelaskan materi pelajaran, siswa malas belajar sains, siswa malas mengerjakan tugas, dan hampir setiap hari ada siswa mendapat hukuman karena tidak mengerjakan tugas di rumah, siswa hanya mengandalkan buku pegangan mereka untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru sebagai tes penilaian untuk meningkatkan hasil belajar. Dan hasil yang diperoleh dari tes ini tidak sesuai dengan harapan, karena siswa yang menjawab tes yang diberikan oleh guru berdasarkan bahasa buku  mereka hanya memahami teori materi, namun situasi di lingkungan tidak dipergunakan oleh guru maka siswa kurang memahaminya. Hal ini jelas tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran sains yang diharapkan yaitu menghendaki adanya pemahaman sains mengenai perubahan lingkungan pada materi berikutnya.
            Faktor yang mempengaruhi guru yaitu,  guru sering memulai proses belajar mengajar dengan menjelaskan tanpa memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada siswa untuk berpikir atau menemukan sendiri. Faktor yang mempengaruhi dari sumber belajar yaitu siswa hanya memiliki satu buku sains saja, tidak ada buku referensi yang lain yang dimiliki oleh siswa dan siswa belum memiliki lembar kerja (LKS). Menurut pengakuan guru,  guru sudah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan hasil belajar siswa, namun tetap saja hasil belajar siswa rendah.
            Dalam kegiatan belajar mengajar keaktifan siswa dalam belajar dapat dilihat seperti: masih banyak siswa yang bermain-main dalam belajar akibat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran kurang,  masih ada siswa yang hanya duduk diam saja tanpa merespon apa yang disampaikan oleh gurunya, siswa kurang berminat dalam belar sains, guru menggunakan srategi pembelajaran hanya ceramah saja, guru lebih aktif dari pada siswanya, kurangnya penguasaan murid terhadap materi pelajaran sehingga prestasi belajar sains tidak sesuai dengan yang diharapkan.
            Salah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran sains materi perubahan lingkungan adalah dengan menggunakan pendekatan kontekstual karena dalam materi perubahan lingkungan menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Atas dasar inilah peneliti merasa tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas untuk memperbaiki proses pembelajaran mata pelajaran sains materi perubahan lingkungan dengan mengangkat judul: “Meningkatkan Hasil Belajar Sains Dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual di Kelas IV SDN 105324 Ujung Serdang TA 2010/2011”

1.2  Indentifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang dapat diindentifikasi adalah sebagai berikut:
  1. Masih banyak siswa yang bermain-main dalam belajar akibat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran kurang,
  2. Masih ada siswa yang hanya duduk diam saja tanpa merespon apa yang disampaikan oleh gurunya
  3. Siswa kurang berminat dalam belajar sains
  4. Pada saat  pembelajaran berlangsung guru hanya ceramah saja
  5. Dalam proses belajar mengajar berlangsung guru lebih aktif dari pada siswa
  6. Kurangnya penguasaan murid terhadap materi pelajaran sehingga prestasi belajar sains tidak sesuai dengan yang diharapkan.
1.3  Pembatasan Masalah
Dengan menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran Sains, dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada meteri pokok perubahan lingkungan di kelas IV SD 105324 Ujung Serdang.
1.4 Rumusan Masalah
 “Dengan menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok perubahan lingkungan di kelas IV SD Negeri 105324 Ujung Serdang TA 2010/2011”
1.5   Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah“Untuk meningkatkan  hasil belajar Sains dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada materi pokok perubahan lingkungan pada siswa kelas IV SD Negeri 105324 Ujung Serdang TA 2010/2011”
1.6   Manfaat Hasil  Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah:
1.      Bagi siswa
Agar siswa menghubungkan materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata siswadan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
2.      Bagi guru 
Sabagai bahan masukan kepada guru untuk memilih pendekatan yang sesuai untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perubahan lingkungan

3.      Bagi sekolah
Sebagai bahan masukan kepada kepala sekolah untuk mengambil kebijakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD.
4.      Bagi peneliti
Sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian tentang pendekatan kontekstual

9 komentar:

  1. wah ii mah masalah kehidupan nich... sukses selalu gan..

    BalasHapus
  2. tolong mas share ke roy_hendi81@yahoo.com
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan follow terlebih dahulu blog ini mas...:)

      Hapus
  3. Tulisan yang sangat menarik mas..

    BalasHapus
  4. Mas Mnita dong file selanjutnya..

    herlanggabaso@ymail.com

    BalasHapus

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.